PANGDAM V/BRAWIJAYA DAN KAPOLDA JATIM VIDCON BERSAMA DANDIM 0822/BONDOWOSO

Tidak ada komentar


Bondowoso,Wirawiri Entertainment-
Video Coference Irjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran, M.Si (Kapolda Jawa Timur) Dan Mayjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., MM. (Pangdam V/Brawijaya) dengan Dandim 0822 dan Kapolres Bondowoso bertempat di Ruang Vidcon Sarja Arya Racana Polres Bondowoso Jl. Veteran No.1 Bondowoso dalam rangka Evaluasi dan Peningkatan Operasi Yustisi yang diikuti Para Danrem, Kapolres dan Dandim diwilayah Jatim, Kamis (17/9). 


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Jadi, S.I.P., dan Kapolres Bondowoso  AKBP Erick Frendriz, S.I.K, M.Si. 

Penyampaian oleh Irjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran, M.Si (Kapolda Jawa Timur) menyampaikan antara lain:
a. Kita laksanakan maping kasus konfirmasi positif, suspek dan PDP.
b. Kita dorong rekan Nakes Puskesmas melakukan maping per RW selanjutnya interferensi 2 minggu kedepan diharapkan angka penularan turun.
c. Kapolres dan Dandim agar melakukan interferensi daerahnya.
d. Dalam operasi yustisi jangan ragu maju terus dengan menggandeng para tokoh dan media, dan dilanjutkan Tim pemburu.
e. Operasi Yustisi akan memberikan efek jera bagi pelanggar, sehingga masyarakat lainnya 
f. Laksanakan Rakor teknis TNI, Polri, Gugus tugas dan Satpol PP, Identifikasi dan maping ulang kondisi covid 19 diwilayah masing2, Hasil identifikasi wilayah menjadi prioritas interferensi.
g. Kapolres dan Dandim bersinergi dalam operasi Yustisi dalam membantu Pemda, perlu konsep rencana operasi dengan mengajak Pemda.
h. Hancurkan titik titik pusat penyebaran seperti Sidotopo dengan melakukan lock down diharapkan Pemda dapat membiayainya selanjutnya disekitarnya dilakukan operasi yustisi.
i. Kita harus fokus, detail dan terukur sehingga gaung yustisi dapat terasa dan menurunkan angka penularan Covid-19.
j. Kapolres dan Dandim agar menyusun rencana titik - titik kuat operasi yustisi.


Dilanjutkan penyampaian Mayjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., MM. (Pangdam V/Brawijaya) antara lain:
a. Dasar hukum kekuatan TNI dalam operasi Yustisi sudah lengkap, jangan ada keraguan lagi.
b. Konsep operasi harus sama baik TNI maupun Polri.
c. Jumlah personil TNI 10.936 personil di Jatim terdiri anggota TNI AD, AL dan AU.
d. Dukungan pers pada giat ops yustisi di wilayah utamanya daerah merah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo selama 24 jam.
e. Sempurnakan lagi organisasi kampung tangguh yang ada dengan menaruh orang - orang yang aktif ditempat itu.
f. Para supervisi harus bisa saling memberikan informasi dan mengevaluasi kegiatan  operasi yang dilaksanakan.
g. Para Dandim tidak boleh mengeluarkan Statmen data ke khalayak umum, biarkan ketua Gugus tugas yang memberikan secara resmi. 
h. Operasi Yustisi yang selama 2 minggu dilaksanakan secara serentak agar dapat menurunkan Covid. 
i. Agar TNI Polri diwilayah harus bersama sama dengan guyub dalam melaksanakan tugas ini, pasti banyak pertentangan di masyarakat.(Bagus)

Tidak ada komentar

Posting Komentar