Dewi Perssik Tegur Pedagang Es Gabus Viral : Syukuri Apa Yang Ada


Jakarta - Wirawiri Entertainment-
Dewi Perssik kembali mencuri perhatian publik, kali ini lewat komentar pedas tapi bijaknya terhadap pedagang es viral, Suderajat (50), yang mengaku kecewa karena hanya mendapat motor dari Kapolres Metro Depok, padahal berharap mobil.

Kejadian ini terungkap saat Suderajat menjadi bintang tamu di Pagi-Pagi Ambyar (29/1/2026), yang dipandu Dewi Perssik bersama Rian Ibram dan host lainnya.

“Mobil kan buat jalan-jalan sama keluarga. Maunya mobil, taunya dapet motor,” ujar Suderajat di studio, yang langsung membuat suasana ramai.

Dewi Perssik lantas menegur secara halus, namun tegas, mengingatkan pentingnya bersyukur.

“Alhamdulillah, kalau bersyukur nanti rezeki lain datang lagi,” kata Dewi Perssik sambil tersenyum, menegaskan nilai sederhana yang sering terlupakan masyarakat.



Dewi Perssik Buka Mata Publik

Momen itu jadi viral karena menunjukkan sisi Dewi Perssik yang tegas namun humanis. Ia tak hanya menegur, tapi juga menyentil isu sosial lebih luas: bagaimana banyak bantuan yang diberikan kadang tidak disyukuri.

Suderajat sendiri merupakan pedagang es yang viral setelah difitnah aparat soal dagangannya. Padahal es kue yang dijual aman dikonsumsi. 

Setelah kejadian itu, ia mendapat berbagai bantuan, mulai dari uang puluhan juta dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sembako, motor, hingga paket umroh gratis.

Meski begitu, Suderajat mengaku masih kesulitan dan belum berani berjualan kembali.

“Belum jualan lagi, takut diincer, takut dibunuh,” katanya.

Dewi Perssik Jadi Sorotan Publik

Respons Dewi Perssik di studio langsung menjadi sorotan netizen. 

Banyak yang memuji kejujurannya dalam menegur sekaligus memberi pelajaran moral, tanpa perlu menggurui secara frontal.

“Momen ini mengingatkan kita semua, bersyukur itu penting, apalagi ketika mendapat bantuan,” tulis salah satu netizen di media sosial.

Kesimpulan

Dewi Perssik membuktikan bahwa selebriti tidak hanya bisa jadi entertainer, tapi juga suara moral masyarakat. Dengan teguran bijak dan komentar menohoknya, ia berhasil menegaskan bahwa syukur dan menghargai setiap rezeki adalah hal utama, meski motor dianggap “tidak sesuai ekspektasi”.


(Vivie Lionina)

0 Komentar

Posting Komentar