Agrivana: Solusi Smart Urban Farming dalam Satu Genggaman Berbasis AI dan Ekosistem Digital


Jember | Wirawiri Entertainment-
Di tengah makin terbatasnya lahan pekarangan di area perkotaan serta tingginya angka kegagalan masyarakat awam dalam merawat tanaman, tim mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna bertajuk Agrivana. Aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan ekosistem urban farming terpadu ini resmi diluncurkan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) untuk mendigitalisasi sekaligus mempermudah proses bercocok tanam mandiri langsung dari rumah.

Kehadiran Agrivana menjadi jawaban atas urgensi ketahanan pangan skala rumah tangga dan tingginya minat masyarakat terhadap urban farming yang kerap terkendala oleh minimnya akses pendampingan ahli, ketidaktahuan cara menangani hama tanaman, hingga sulitnya mendapatkan sarana produksi pertanian yang tepercaya.


Aplikasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa Fasilkom UNEJ yang diketuai Wahyu Jum’ah Maulidan (Teknologi Informasi) bersama Muhammad Fairuz Zaki (Teknologi Informasi), Arifa Amilani (Teknologi Informasi), Nandini Putri Hanifa Jannah (Informatika), dan Afiyah Deni (Informatika) selama 3 bulan terakhir.

Di bawah bimbingan dosen Yudha Alif Auliya, S.Kom., M.Kom., Agrivana—yang kini resmi mengantongi HKI, NIB, serta Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perseroan Perseorangan PT Agrivana Teknologi Nusantara—menghadirkan solusi lengkap melalui fitur Edukasi & Tutorial, Smart Growth Tracking, AI Plant Doctor, AI Agent Vana, Marketplace, serta Komunitas Petani. Tim ini berhasil mentransformasikan ide wirausaha berbasis teknologi menjadi produk digital terintegrasi yang memberikan nilai guna nyata bagi masyarakat luas.


Pengembangan ekosistem Agrivana diperkuat oleh kolaborasi strategis dengan berbagai pelaku usaha di bidang hortikultura. Pada tahap awal pengembangannya, Agrivana telah bermitra dengan Nusa Dua Agro sebagai penyedia berbagai sarana produksi pertanian dan nutrisi budidaya hortikultura, serta Mila Bonsai sebagai mitra penyedia bibit tanaman hortikultura unggul dan ragam alat berkebun berkualitas.

Kolaborasi ini memastikan para pengguna mendapatkan akses langsung ke sarana pertanian terjamin mutu dan harganya, sekaligus membantu memperluas jangkauan pasar bagi pelaku UMKM hortikultura lokal. 

Ketua Tim Agrivana, Wahyu Jum’ah Maulidan, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini merupakan wujud komitmen mahasiswa UNEJ dalam memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan riil di sektor pertanian modern.  

"Program P2MW menjadi kesempatan besar bagi kami untuk mewujudkan ide menjadi produk nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui Agrivana, kami ingin membangun ekosistem pertanian digital yang tidak hanya membantu pengguna dalam budidaya tanaman melalui teknologi AI, tetapi juga menghubungkan mereka secara langsung dengan mitra usaha pertanian lokal melalui satu platform terpadu," ungkap Wahyu. 

Urgensi dan kemanfaatan Agrivana terbukti dari besarnya antusiasme publik di berbagai daerah. Selain diperkenalkan secara masif di lingkungan kampus. Jangkauan promosi dan edukasi langsung tersebut telah merambah ke Desa Mengeruda (Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, NTT), wilayah Labuan Bajo (NTT), hingga Desa Kertasari (Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, NTB). Penetrasi ini membuktikan bahwa teknologi pertanian cerdas yang diusung Agrivana bersifat inklusif, adaptif, serta relevan baik untuk masyarakat perkotaan (urban farming) maupun masyarakat pedesaan dalam meningkatkan produktivitas pertanian lokal.


Ke depan, tim Agrivana UNEJ berkomitmen untuk terus meningkatkan akurasi teknologi AI Plant Doctor, memperluas jaringan kemitraan dengan penyedia sarana tani di berbagai daerah, serta memperbanyak fitur pendukung agar transformasi digital di sektor pertanian dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. 


(Bagus)

0 Komentar

Posting Komentar