Sulap Lilin Lebah Jadi Krayon Food Grade, Crayona FKM UNEJ Tembus Penjualan Ratusan Paket Lewat P2MW



Jember  | Wirawiri Entertainment-
Berawal dari kekhawatiran para orang tua terhadap maraknya krayon kimia sintetis yang berisiko bagi kesehatan anak di pasaran, tim mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (UNEJ) menghadirkan inovasi wirausaha ramah anak bertajuk Crayona. Melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026, produk ini dikembangkan sebagai sarana kreativitas aman berbasis bahan alami food grade dengan memanfaatkan lilin lebah (beeswax) serta pigmen dari ekstrak tumbuhan nabati.

Formulasi alami tersebut memanfaatkan ekstrak bunga telang untuk warna biru, ekstrak kunyit untuk warna kuning, dan ekstrak buah bit untuk warna merah. Penggunaan bahan nontoksik ini memastikan krayon aman digunakan oleh anak usia dini tanpa mengorbankan kualitas warna maupun kenyamanan saat mewarnai.


Tim pengembang Crayona diketuai oleh Cristania Velia Bella dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, dengan anggota Dina Atikah Triana, Elsa Puji Tri Maeni, Sofi Bunga Tanzilia, dan Vera Mega Afista. Di bawah bimbingan dosen Yennike Tri Herawati, S.KM., M.Kes., tim FKM UNEJ ini juga mendirikan Crayona Artvanture Studio, sebuah pusat edukasi kreativitas anak yang berfokus pada pelatihan dan pembelajaran interaktif berbasis krayon food grade.

Setelah melewati masa reformulasi kualitas pada bulan-bulan sebelumnya, produk Crayona mencatatkan pertumbuhan bisnis yang sangat signifikan. Hingga Agustus 2026, usaha mahasiswa FKM UNEJ ini berhasil membukukan total omzet mencapai Rp7.010.000. Lonjakan omzet tersebut didorong oleh penjualan produk ritel—seperti paket krayon dan buku mewarnai seharga Rp17.000 yang telah terjual ratusan unit—serta antusiasme pasar terhadap peluncuran program layanan baru, yaitu paket Visit (kunjungan) dari instansi pendidikan dan program kelas mewarnai (Paket Les).


Ketua Tim Crayona, Cristania Velia Bella, mengungkapkan bahwa pendanaan dan pendampingan P2MW 2026 menjadi pemacu utama dalam mengakselerasi strategi bisnis dan diversifikasi layanan edukasi Crayona Artvanture Studio secara lebih terstruktur. 

"Layanan kami yang semula hanya berfokus pada kelas mewarnai reguler kini berkembang menjadi program visit (outing class) untuk PAUD/TK, aktivitas Do It Yourself (DIY) pembuatan krayon, hingga paket bundling aktivitas edukatif. Kami juga menggelar lomba mewarnai bagi murid TK Al-Ichlas Mojokerto sebagai sarana promosi langsung untuk memperkenalkan produk krayon aman ini secara lebih luas ke masyarakat," ujar Cristania saat ditemui di Cafe UNEJ, Kamis (20/08/2026).

Ia menambahkan bahwa peningkatan omzet juga dibarengi dengan komitmen menjaga kualitas mutu serta keamanan produk bagi anak-anak secara berkelanjutan.

"Seiring berkembangnya usaha, kami terus menyempurnakan produk dari segi variasi bentuk cetakan, pilihan warna, hingga kemasan yang lebih ergonomis untuk anak usia dini. Untuk memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum bagi konsumen, saat ini Crayona dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di LPPM UNEJ serta menjalani pengujian sampel logam berat timbal dan besi di Laboratorium Daerah Mojokerto," pungkas Cristania.




(Bagus)

0 Komentar

Posting Komentar